h1

KEUTAMAAN ILMU

Februari 28,2007

Ilmu diperoleh melalui disiplin dan kesungguhan belajar, tanpa adanya ilmu kita akan merasa minder alias rendah diri. Konteks ilmu di sini adalah ilmu yang benar dan baik serta bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun masyarakat luas.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”(QS Al-Mujaadilah (58) : 11)

Sayidina Ali bin Abi Thalib yang oleh Rosulullah dijuluki sebagai gerbangnya ilmu mengatakan, “Tiada kekayaan lebih utama daripada aka. Tiada kepapaan yang lebih menyedihkan daripada kebodohan. Tiada warisan yang lebih baik daripada pendidikan.”

Prof. Dr. Hamka berkata : “Ilmu itu tiang untuk kesempurnaan akal. Bertambah luas akal, bertambah luasnya hidup, bertambah datanglah bahagia. Bertambah sempit akal, bertambah sempit pula hidup, bertambah datanglah celaka.”

“Harta akan hancur berantakan karena lama ditimbun zaman, tetapi ilmu tidak akan rusak dan musnah walau ditimbun zaman.”

Jangan sampai kita menjadi golongan orang yang kufur nikmat, sesungguhnya Allah menurunkan nikmat-nikmatnya dan kita wajib mensyukurinya.

IMAN TANPA ILMU SAMA DENGAN PELITA DI TANGAN BAYI, SEDANGKAN ILMU TANPA IMAN BAGAIKAN PELITA DI TANGAN PENCURI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: