h1

Ceritaku, hmm….

Agustus 20,2009

Ini ceritaku, dan ‘tak ‘kan ada yang tahu.

Kecuali yang hati nuraninya masih bisa mengerti.

Tiada yang salah dalam kehidupan ini.

Hanya saja aku terlalu munafik menerima kenyataan.

Mungkin juga aku terlalu sombong dengan kelemahanku.

Bila suatu saat nanti, saat kutak mampu menikmati sejuknya angin sepoi kala yang dingin.

Tak mampu pula menikmati teriknya mentariĀ  yang selalu memaksaku tersenyum.

Entah mengapa semua ini terjadi.

Lihat aku!!

Aku wanita yang tegar dengan senyuman yang membalut luka hatiku.

Yang senantiasa menatap indahnya dunia, walau kutahu betapa lemahnya aku.

Yang hanya bisa menangis atas keluh dan pilu.

Wahai engkau rembulan yang tak nampak kala sore ini.

Biarkan aku melihat wajah indahmu kala malam menjelang nanti.

Biarku luapkan keluhku padamu yang kan disaksikan bintang-bintang di langit.

Biarkan semilir angin yang menghapuskan air mataku.

Tuhan bijak atas semua ini.

4 komentar

  1. wuihhh… kerennn… tetap tegar dengan senyumnya yaghh… karena senyum km bisa nutup kelemahan km…
    MerDeka…!!!!


  2. semua memang mengalir seperti air


    • Masih banyak lagi puisi-puisi yang belum terpublikasikan. Mau sharing puisi? Monggo!!!

      Andai air ‘tak ‘kan mengalir seiring putaran roda kehidupan ini,
      Tunjukkan aku jalan ke surga!
      Walau resah turut hanyut oleh air,
      Biarkan aku tetap hidup menjawab semua teka-teki hidup ini.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: