h1

SISTEM INFORMASI DAN MANAJEMEN PUSKESMAS

Oktober 31,2009

Sistem Informasi
Pengertian sistem informasi menurut Wikipedia Indonesia dapat dijabarkan sebagaimana beberapa pernyataan berikut ini :

  1. Sistem Informasi adalah satu Kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.
  2. Sistem Informasi adalah Proses yang menjalankan fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk kepentingan tertentu; kebanyakan SI dikomputerisasi.
  3. Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.

Berangkat dari pernyataan di atas, kita kemudian mengenal berbagai sistem informasi pada berbagai institusi atau instansi sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Salah satu sistem informasi yang mulai dikembangkan beberapa tahun yang lalu adalah Sistem Informasi di Puskesmas. Pada awalnya dinamakan SP2TP singkatan dari Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas. Pada saat itu, pengolahan data masih dilakukan secara manual. Wujud dari sistem tersebut adalah adanya beberapa laporan yang dianggap penting untuk disampaikan oleh Puskesmas ke Dinas Kesehatan Kabupaten. Diantaranya adalah laporan obat, laporan data kesakitan, laporan gizi dan penyakit menular, dan laporan kegiatan Puskesmas, dimana laporan tersebut disampaikan secara bulanan. Ada juga yang disampaikan secara tiga bulanan, enam bulanan, maupun tahunan. Selain itu, untuk penilaian kinerja Puskesmas di kenal pula yang namanya Laporan Stratifikasi yang dibuat secara tahunan.
Terakhir, kita kenal lagi SIMPUS yang merupakan singkatan dari Sistem Informasi dan Manajemen Puskesmas dengan komponen laporan yang tidak jauh berbeda dari SP2TP.

Apapun namanya, di dalam pengelolaan data menjadi informasi, setiap orang pasti ingin mencari cara termudah, cepat, dan akurat. Ketika komputer belum dikenal, alat canggih satu-satunya yang cukup diandalkan adalah kalkulator yang digunakan untuk pengerjaan operasi hitung. Maklum saja, setiap pengolahan data pasti berhubungan dengan operasi hitung. Namun demikian pengerjaan laporan tetap saja tidak mampu untuk selesai lebih cepat. Contohnya, manakala seorang petugas diminta untuk merekap data 10 besar penyakit dalam rentang waktu 1 tahun, perlu waktu berjam-jam untuk menyelesaikannya. Begitupan saat menghitung data penyakit setiap bulan, petugas harus melakukan pencacahan dari buku register pasien. Ini pekerjaan yang sangat melelahkan, terlebih lagi jika pasien bulanannya berjumlah ribuan. Berapa hari waktu yang diperlukan untuk penyelesaiannya? Belum lagi jika harus berebut buku register dengan petugas lain yang juga ingin mengerjakan laporannya, misal petugas pembuat laporan Diare. Akhirnya buku register seperti bola pingpong yang dilempar kesana kemari. Selain itu kesikronan data satu sama lain tidaklah terjamin. Umpamanya, petugas pembuat Laporan Penyakit melaporkan penyakit diare sebanyak 100, namun petugas pembuat laporan Diare membuatnya 105, dimana keduanya tidak saling koreksi.

Hadirnya peralatan canggih seperti komputer, memberikan harapan baru. Saat ini, hampir setiap Puskesmas telah memiliki komputer. Minimal 1 buah. Namun sayangnya, komputer yang ada kebanyakan hanya berfungsi sebagai pengganti mesin tik. Memaksimal komputer untuk otomatisasi laporan belum banyak dilakukan atau bahkan tidak terpikirkan sama sekali. Ini wajar saja, karena di Puskesmas tidak ada ahli komputer, Jangankan sarjana komputer, lulusan D3 komputer saja tidak ada. Mungkin banyak yang memikirkan atau menginginkan sebuah software untuk pengolahan data di Puskesmas, tetapi bagaimana mewujudkannya ? Mengharap amprahan dari Dinas Kesehatan Kabupaten, jauhlah panggang dari api. Jadi, meskipun sudah punya banyak komputer, bahkan ada yang punya lebih dari sepuluh, pengolahan data dan laporan masih saja manual. Sekali lagi komputer hanya sekedar pengganti mesin tik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: