h1

RENUNGAN HARI AIDS SEDUNIA

Desember 1,2011


Realita yang tak dapat dipungkiri dari hasil berbagai penelitian sampai saat ini bahwa penularan virus tidak lagi didominasi para pengguna narkoba suntik (penasun) yang tidak steril, sudah cenderung bergeser pada ibu rumah tangga. Perjalanan panjang terus dilakukan semua pihak baik masyarakat maupun pemerintah. Masyarakat sebaiknya tidak membuat stigma maupun diskriminatif, tetapi memberi empati terhadap mereka yang terpapar HIV/AIDS. Menyalahkan mereka bukan menyelesaikan masalah, tetapi semakin membuat masalah karena mematahkan semangat mereka untuk berjuang melawan penyakitnya. Penyakit HIV/AIDS-lah yang harus dihindari, bukan penderitanya. Kita tetap harus memanusiakan mereka selayaknya kita ingin diperlakukan sebagai manusia seutuhnya.
HIV/AIDS tidak hanya dimiliki golongan, etnis, profesi, usia dan jenis kelamin tertentu. Siapa pun bisa terinfeksi virus tersebut, tanpa pandang bulu. Kementerian Kesehatan (2009) menyebut di Indonesia, diperkirakan 88% orang dengan HIV/AIDS (ODHA) adalah mereka yang masih berada usia produktif dan sebagian besar di antaranya bekerja. Namun hampir di seluruh provinsi, belasan balita juga telah terinfeksi.
Tidak hanya penanganan cepat yang diperlukan, tetapi juga kepedulian dan kesadaran semua pihak menahan laju peningkatan penularan yang sangat cepat. Menyadarkan dan meningkatkan pengetahuan mengenai penyakit menular khususnya akibat perilaku seksual melalui pendidikan dan advokasi masyarakat menjadi hal utama, hal ini ditukan untuk mencegah penyebaran epidemi ini lebih luas lagi. Kalau bukan kita, siapa lagi?

Di manakah posisi kita diantara mereka, yang hidup bersama HIV/AIDS?
Akankah kita singkirkan dari nurani yang berempati?
Jangan ganggu harimau tidur!
Jika tak ada empati lagi….

“Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula) sebagaimana kamu menderita, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan” QS. An-Nisa’: 104

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: