h1

Analisa SWOT Kastrat ISMKI Wilayah 4

Desember 5,2011

1. Visi-Misi

Visi
Mewujudkan kastrat wilayah 4 sebagai pemersatu pergerakan mahasiswa di ISMKI wilayah 4.

Misi
1. Menumbuhkan semangat dan nilai-nilai deklarasi hasanuddin sebagai bagian dari keseharian pengurus kastrat ISMKI wilayah 4.
2. Membangun komitmen, sikap teladan, dan profesionalisme berorganisasi bagi pengurus kastrat ISMKI Wilayah 4 sebagai bagian revitalisasi kepengurusan organisasi untuk mewujudkan visi misi ISMKI wilayah 4.
3. Mensistematisasi pendataan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah 4 sebagai bagian strategi advokasi kesehatan.
4. Memperkuat, mengefektifkan, dan mengefisienkan sistem keorganisasian kastrat ISMKI wilayah 4 yang berbasis keragaman potensi dan keragaman kondisi geografi menuju optimalisasi kerja-kerja organisasi.
5. Menjadikan kastrat ISMKI wilayah 4 sebagai wadah katalisator pemberdayaan potensi masing-masing kastrat institusi di wilayah 4.
6. Membangun koordinasi dan kerja sama yang sinergis dengan kepengurusan kastrat wilayah yang lain dan kastrat nasional.
7. Menjalin komunikasi dan koordinasi yang sinergis baik dengan lembaga kesehatan maupun lembaga non-kesehatan (kecuali partai politik) dalam rangka keterlibatan membangun peradaban masyarakat berbasis kesehatan.
8. Mencerdaskan mahasiswa FK terhadap isu-isu strategis yang aktual dalam aktivitas kajian strategis dengan mengembangkan sikap moderat, proporsional, toleran, dan egaliter.
9. Mencetak kader alumnus kastrat sebagai organisator dan aktivis mahasiswa.

2. Pencermatan lingkungan internal

Kekuatan
 Memiliki anggota tim yang ketersebarannya cukup untuk memenuhi kebutuhan institusi wilayah 4.
 Komitmen seluruh PHW kastratwil.
 Dukungan dari berbagai pihak untuk memfasilitasi pengumpulan kajian hingga penindaklanjutan kajian.
 Komunikasi yang terus terjaga.
 Hasil kegiatan lebih mudah untuk disosialisasikan dan diaplikasikan secara generalisasi tiap institusi.

Kelemahan
 Iklim mahasiswa yang kurang kritis dalam menanggapi sebuah isu.
 Geografis wilayah 4 yang berjauhan, sehingga kurang memungkinkan untuk memantau perkembangan semua institusi secara langsung.
 Koordinasi dengan stakeholder yang banyak mengalami hambatan.
 Minimnya kesadaran mahasiswa tentang urgensi isu-isu yang dikaji.
 Hasil kegiatan yang belum dapat tersosialisasikan dengan baik.

3. Pencermatan lingkungan eksternal

Peluang
 Pencerdasan tentang isu-isu secara berkala dapat dilaksanakan bersama dengan institusi.
 Pengembangan Katrat dan pola pikir Kastrat mulai diterapkan.
 Koordinasi dan penyampaian isu dari berbagai daerah dapat ter-cover.
 Keterbukaan stakeholder dalam menerima saran dan pemikiran kritis dari mahasiswa FK.

Tantangan
 Perbedaan waktu di wilayah anggota Kastratwil 4.
 Penyerataan kegiatan terhambat karena perbedaan jadwal akademis.
 Kurangnya pemantauan karena terkendala jarak dan biaya transportasi.
 Minimnya pengetahuan koordinator kastrat institusi akan pentingnya koordinasi antar pengurus Kastrat se-wilayahnya atau dengan PHW.

4. Nilai-nilai

a. Kerjasama dalam meningkatkan mutu pelayanan untuk memenuhi kebutuhan institusi.
b. Kesabaran dalam memberikan dukungan moril untuk keberlangsungan hidup kastrat institusi.
c. Bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas sebagai creator of change.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: