h1

PENJARINGAN KEBUTUHAN KASTRAT INSTITUSI

Desember 5,2011

1. PHW yang sudah ditunjuk harus kembali ke institusi (PHW yang berasal dari tiap institusi, akan melakukan pendataan mengenai kebutuhan yang ada di institusinya maupun PJ regio) untuk melakukan jejak pendapat di tataran pengurus BEM/LGM/senat untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan mereka yang sekiranya bisa dibantu oleh ISMKI. Tidak harus mengurusi kebutuhan bidangnya saja, namun harus bisa mengcover bidang lainnya. Jika di institusi itu hanya ada PHW Kastrat saja, maka kebutuhan akan PSDM, Pendpro juga harus dicover oleh PHW tsb. Intinya semua berbasis kebutuan institusi.

2. Kebutuhan institusi
– Kastrat in Action, kunjungan dengan institusi lain.
– Batasan kerja antar bidang. Terutama bidang kastrat yang masih bergabung dengan bidang lain.
Contohnya di Universitas Hang Tuah Surabaya, Kastratnya masih dikatakan belum cukup berkembang karena bergabung dalam satu departemen bersama Pendpro sehingga departemen ini dikatakan sebagai Kastrat-Pendpro. Kastrat di institusi ini masih belum dapat berdiri sendiri. Dapat dikatakan bahwa kastrat institusi hanya sebagai motor atau penggerak dalam mengkaji khususnya isu – isu yang lebih terkait ke pendidikan kedokteran ataupun kesehatan (yang di ISMKI wilayah kajian ini masuk ke ranah Pendpro). Terlalu luas bagi BEM institusi untuk mengarah dan mengkaji isu – isu publik di luar isu kedokteran. Karena BEM hanyalah fasilitator mahasiswa di institusi, dan isu – isu mengenai Jamkesmas dan sosial masyarakat lainnya meskipun terkadang menyentuh nilai kesehatan tetapi hal ini dipandang terlalu luas. Jaminan kesehatan dari administrasi dan birokrasi adalah urusan departemen sosial dan terkait, sedangkan dokter hanyalah sebagai pengejawantahan sebagai media pemberi jasa kesehatan, tidak lebih dari itu. Jadi apabila Kastrat dilepas dari pendpro seakan anak ayam yang kehilangan induknya. Bisa dikatakan Kastrat institusi masih kalah pamor dibandingkan departemen lainnya misal pengmas, KHIK, karena program nyata kastrat yang melibatkan mahasiswa kurang dibandingkan departemen lainnya ataupun Pendpro dalam 1 departemen sendiri. Pendpro-Kastrat Institusi program kerja lainnya adalah seminar kesehatan, seminar penelitian, pelatihan sirkumsisi, pelatihan pengembangkan profesi.
– Audiensi, menyampaikan aspirasi mahasiswa di fakultas dan manfaatnya bersifat spesifik, khusus untuk stakeholder. Hal yang dibicarakan terkait kurikulum dan panduan pendidikan fakultas, kebijakan tentang kelulusan, transparansi penilaian, dan fasilitas – fasilitas yang dianggap kurang memuaskan bagi mahasiswa.
– Kebutuhan Kastrat Institusi itu kembali bergantung kepada apa yang menjadi pokok bahasan pembicaraan. Kastrat dalam fungsionalis sebagai pergerakan mahasiswa kembali harus memberikan sebuah kajian dan isu-isu yang paling tidak bisa membangkitkan gairah Kastrat dengan kajian yang tidak terlalu luas.
– Pengakaran kastrat yang lebih militan.
– Forum kajian kastrat antar institusi (lebih dimasifkan).
– Isu kajian kastrat yang strategis.
– Sekolah kastrat.
– Perlu sinergitas kajian kastrat institusi-wilayah-nasional.
– Peningkatan advokasi kastrat.
– Kastrat perlu proker yang menarik dan berkesan untuk menarik minat mahasiswa.
– Kastrat harus punya komitmen bersama untuk setiap insitusi.

3. Kuesioner untuk menggali cerminan kebutuhan institusi. Daftar pertanyaan sebagai berikut:
– Apakah BEM institusi Anda sudah mempunyai bidang Kastrat?
– Apakah Anda tahu tentang Kastrat?
– Menurut Anda, perlukah dibentuk suatu wadah yang mengkaji permasalahan di masyarakat, khususnya tentang kesehatan?
– Sebagai seorang mahasiswa, manakah yang anda utamakan dalam menyelesaikan suatu masalah?
– Apakah perlu adanya bidang Kastrat di institusi Anda? Alasan!
– Jika sudah ada Kastrat
– Menurut anda apa itu kastrat ?
– Apa fungsi dan tujuan kastrat itu sendiri ?
– Apa ranah kajian kastrat yang anda ketahui ?
– Bagaimana peranan kastrat dalam mengadvokasi isu-isu strtegis?
– Seberapa penting keberadan kastrat di institusi anda ? alasan anda?
– Bagaimana perkembangan Kastrat di institusi Anda?
– Apa saja proker Kastrat di institusi Anda? Jelaskan singkat!
– Apa proker unggulan Kastrat di institusi Anda?
– Apakah proker sudah berjalan sesuai dengan rencana?
– Apa saja isu-isu yang sudah dikaji?
– Menurut anda, isu bersama apakah yang saat ini perlu dikaji dan ditelaah oleh seorang mahasiswa FK? (sebutkan minimal 2 contoh isu)
– Apa yang ingin Anda kembangkan untuk Kastrat di institusi Anda?
– Apakah Kastrat ISMKI wilayah 4 memberikan pengaruh yang signifikan untuk Kastrat institusi?
– Apa saja sumbangsih Kastrat ISMKI wilayah 4 yang sudah diberikan kepada institusi Anda?
– Apa harapan Anda untuk Kastrat Kastrat ISMKI wilayah 4?

4. Direct Meeting (DM), kita akan mengadakannya baik yang sifatnya informal maupun formal dengan institusi tetangga. Menemui PHW-PHW yang sekiranya dekat dengan institusinya, terutama kota-kota yang strategis. Contoh: Kota Malang, Surabaya, Makassar.
Tujuan:
a. Meningkatkan silaturrahim kekeluargaan ISMKI dan sebagai ajang diskusi tentang kebutuhan institusi untuk menyempurnakan grand design.
b. Membangun “CITRA PHW YANG ICONIC” (pesan sekwil, red), iconic di sini adalah citra yang memang seorang PHW adalah dianggap sebagai penghubung utama antara institusi dengan ISMKI. Pencitraan ini harapannya tidak ada PHW yang menganggap enteng dan menomorduakan amanahnya di ISMKI. Harapannya dengan menjadi iconicnya phw di institusi, TIDAK ADA KASUS RESHUFFLE di kepengurusan ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: